LAPORAN KUNJUNGAN MAHASISWA PKL PIRANHAMAS KE PT. HILDAN
FATHONI INDONESIA
Assalamualaikum
Wr.Wb.
Pada hari Jum’at tanggal 25 September 2020, dari kelompok PIRANHAMAS A dan B dari kelompok PKL Polije melakukan
kunjungan bersama dengan OJT (On Job Training) sekaligus pembimbing PKL yang
termuda yaitu Zelda. Pada kunjungan kali ini kami diberikan kesempatan untuk
dating ke Lokasi bisnis yang dimiliki oleh Bapak Hildan Fathoni. Setelah perjalanan
kurang lebih 15 menit Akhirnya sampai di rumah bapak Hildan dan terlihat sangat
ramai sepeda terparkir dengan rapi, dan ternyata itu adalah sepeda para pegawai
dari PT. Hildan Fathoni Indonesia pegawai tersebut kurang lebih sekitar 7 orang
yang sedang bekerja. Pada saat kami sampai di tempat kami disambut dengan
sangat ramah oleh beliau, kami dipersilahkan masuk dan duduk untuk berdiskusi
santai dengan beliau. Setelah acara di buka dengan salam dan tujuan kami ke
sana, saya memyiapkan buku catatan dan bolpoint dengan niat untuk menyatat apa
yang di ceritakan oleh beliau. Akan tetapi tiba-tiba Bapak Hildan menegur
dengan halus, beliau mengatakan bahwa tidak perlu mencatat ketika berdiskusi
dengan beliau karena cara itu dinilai sudah sangat kuno dan memakan waktu
banyak, akan tetapi beliau menyarankan untuk menggunakan HP sebagai alat cacat
menggunakan perekam suara. Dari sebab itu dari laporan yang saya buat ini
adalah hasil resume dari apa yang telah disampaikan oleh Bapak Hildan.
Masuk pada pembahasan pertama beliau mengatakan bahwa beliau
pernah belajar di Bapak Agus pada tahun 2009 mempelajari Internet Marketing. Setelah
itu beliau mendirikan PT dengan Hildan Fathoni Indonesia, dengan alasan yang beliau
gunakan adalah menggunakan nama sendiri sebagai nama PT agar tidak terlalu
sulit. Dan juga Beliau memutuskan untuk membuat CV karena kebanyakan client
beliau merupakan perusahaan besar, BUMN, dan instansi pemerintah. Bapak Hildan
bercerita bahwa beliau sudah mulai memulai usaha sendiri sejak lama, namun
untuk fokus pada bisnis online beliau baru memulai sejak tahun 2011. Yang saat
ini usaha Bapak Hildan adalah dibidang safety atau alat-alat keamanan kerja
atau K3. Khususnya di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini usaha dari
Bapak Hildan juga menyuplai peralatan-peralatan safety yang diperlukan. Tidak
hanya itu saja Bapak Hildan juga memiliki usaha bernama LAMPIONKU yang sudah
berjalan cukup lama, namun ketika masa pandemi sekarang ini sayangnya mengalami
penurunan dalam segi penerimaan order namun seiring berjalannya waktu perlahan
saat ini sudah mulai menaik kembali. Usaha Lampion sendiri sudah berdiri hampir
8 tahun, untuk pendapatan hariannya Bapak Hildan membuka bisnis fashion yang
berjalan sekitar 2 tahun terakhir yang dihandle oleh tim dari Bapak Hildan yang
terdiri dari bagian Accounting, IT, CS, dan purchasing.
Dalam melakukan pemilihan produk dalam berbisnis sebaiknya
kita memperhatikan kebutuhan pasar dan persaingan yang tidak terlalu ketat maka
itu merupakan peluang besar untuk masuk dalam bisnis tersebut. Bapak Hildan
juga memberitahu pengalaman beliau selama duduk di bangku perkuliahan, dimasa
beliau kuliah waktu beliau banyak diisi dengan kegiatan organisasi dan dari
sinilah beliau juga mendapatkan banyak hal seperti leadership, manajerial,
problem solving, manajemen resiko, dan berhubungan dengan banyak orang.
Pada awal mula berbisnis Bapak Hildan pernah menggeluti
bisnis konvensioanal yaitu percetakan dan konveksi dengan cara pemasaran door
to door untuk mencari konsumen. Produk pertama yang pernah beliau jual adalah
alat penghemat BBM hingga 10% dengan profit penjualan yang cukup bagus, namun
Bapak Hildan memilih untuk meninggalkan bisnis tersebut dikarenakan resikonya
terlalu besar karena beliau tidak terlalu paham dalam permesinan sehingga
ditakutkan tidak bisa melayani keluhan dari konsumen dengan baik. Pesan juga
dititipakan oleh Bapak Hildan kepada mahasiswa magang yaitu selama proses
magang harus punya acuan dan tujuan serta mulai menentukan produk apa yang
nantinya akan dijual supaya lebih terarah. Namun ketika memiliki tujuan itu
dapat memberikan motivasi dan semangat untuk menerapkan ilmu yang didapat
selama magang untuk diterapkan pada usaha maupun jualan yang ingin dibuat.
Momentum magang ini dapat pula dijadikan sebagai ajang eksperimen untuk mulai
memsarkan bisnis secara online menggunakan ilmu dari sana AllNewPiranhamas saat
diwaktu luang.
Usaha itu menurut beliau tidak harus dimulai dengan modal
besar, bahkan saat awal mula berbisnis beliau hanya mengeluarkan modal 200
ribu-an. Intinya kita harus panda-pandai menentukan produk apa yang sesuai
dengan kebutuhan pasar. Serta ditunjang dari pembelajaran yang diperoleh dari
Pak Agus untuk bagaimana agar produk yang dipasarkan mudah untuk ditemukan
serta meyakinkan bahwa produk yang kita jual bagus dan tidak ada unsur penipuan
yang kita lakukan. Untuk mengakali memulai usaha dengan modal minim yaitu bisa
menjadi reseller, atau dengan sistem Pre Order (PO) dengan pembeli membayarkan
DP atau uang terlebih dahulu kisaran 50% dari harga barang dan itu bisa
menjadi modal kita. Maka berbisnis itu sebenarnya murah dan mudah karena pada
intinya hanya bermodal kerja keras seperti jalan ke pabrik dan datang ke
supplier.
Pada Saat ini produk yang diproduksi oleh Bapak Hildan ini
sudah mencapai ribuan. Serta tips berjualan adalah melakukan riset pasar karena
kunci dari kunci adalah riset. Sehingga jangan berpikir apa yang akan kita jual
namun risetlah kebutuhan dari pasar untuk membeli sayur maupun buah. Sebagai
contoh dimasa pandemic seperti ini banyak orang yang malas keluar rumah dan untuk
kepasar karena khawatir akan tertular covid sehingga orang tersebut butuh untuk
membeli sayur maupun buah dengan mudah dan tidak perlu ke pasar sehingga muncul
usaha jual buah dan sayur fresh secara online. Hal ini juga diterapkan oleh
Bapak Agus sehingga beliau menjual buah yang fresh dari kebun yaitu buah Jeruk
Baby Java dimasa virus seperti ini banyak pula orang-orang mengkonsumsi Vitamin
C untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya dan jeruk biasanya digemari oleh pasar
karena segar. Maka dari itu Pak Agus dapat menjual jeruk dalam jumlah puluhan
bahkan ratusan TON.
Kata Bapak Hildan Kalau memulai usaha diawal jangan
melakukan Produksi dan Pemasaran secara bersamaan karena itu terlalu berat dan
modal yang dibutuhkan sangat besar. Jadi harus memlilih mau fokus ke produksi
atau pemasaran, jika memilih produksi buatlah barang yang diproduksi dengan
baik dan cari reseller sebanyak banyaknya dan jika ingin menjadi distributor
makan cari backup supplier sebanyak banyaknya. Maka dalam memutuskannya haruslah
mengetahui kemampuan diri sendiri.
Seperti usaha untuk income harian Bapak Hildan yaitu Baju
Olahraga Muslimah dikarenakan persaingannya tidak ketat dan fokus penjualannya
berada di Kota Malang dengan cara mencari agen produsen dan memonopoli pasar
sehingga barang dari produsen tersebut hanya Bapak Hildan saja yang bisa
menjualya di Kota Malang.
Pasar dari bisnis ini jelas ada karena banyak ibu-ibu
muslimah dikota Malang kembali diawal riset pasar dan competitor tidak terlalu
ketat maka jalankan saja bisnis itu. Ada tips juga yang dibagikan Bapak Hildan
untuk menguasai pasar local yaitu dengan menggunakan Google My Business
sehingga dapat melakukan optimasi lokasi dalam radius tertentu sehingga bisnis
yang dibuat mudah ditemukan. Serta dalam penulisan lokasi usaha jangan
menggunakan nama usaha namun gunakanlah keyword atau kata kunci.
Akhirnya Pada sela diskusi ada pertanyaan yang cukup menarik
dari salah satu teman saya yaitu
bagaimana caranya mendapatkan rekanan produsen dengan mudah, maka
Bapak Hildan menyampaikan bahwa mindset dari sebuah pabrik atau produsen adalah
selama barang mereka laku dan cepat keluar dari gudang makan sangatlah mudah
untuk diajak bekerja sama. Serta tips dalam berbisnis adalah bukan saling
bersaing untuk menjatuhkan competitor namun harus cerdas dalam mengajak
competitor untuk berkolaborasi sehingga terjadi hubungan mutualisme diantara
keduanya.
Menurut Bapak Hildan Seorang Wirausaha itu juga harus lamis
lambene karena kebanyak orang pribumi atau non cina kesulitan untuk bicara
sehingga tidak bisa melakukan marketing dengan maksimal. Maka dari itu skill
yang perlu dilatih adalah berbicara karena itu yang sangat berfungsi untuk
menarik hati konsumen karena percuma saja jika kita berada dinomor satu pada
pencarian Google namun ketika kita dihubungi cara berkomunikasi kita kaku dan
tidak baik.
Dan dari kunjungan yang kami lakukan ini sangat banyak ilmu,
nasihat, yang sangat bermanfaat dari Bapak Hildan Fathoni sehingga menambah
motivasi dan menguatkan pola berpikir saya untuk lebih berani dan cerdas dalam
memulai suatu usaha karena selama potensi potensi didaerah saya yang masih
sangat hijau dan terbuka lebar maka perlu untuk secepatnya mengambil peluang
dan menguasai pasar. Motivasi kami pun bertambah dan semakin luas saya untuk
mendalami dunia wirausaha berkaca dari kesuksesan dari Bapak Hildan Fathoni dan
mentor kami yaitu Bapak Agus Setiyawan yang seantiasa menanamkan optimisme
untuk meraih kesuksesan dalam hidup.
Mungkin diskusi tadi kurang lebih dua jam saja namun dalam
waktu yang sedikit itu pula saya mendapatkan banyak pengetahuan dan ilmu yang
sangat bermanfaat Dan dapat di terapkan.
Dan sekian hasil resume dari kunjungan hari ini pada tanggal
25 september 2020. Disini ada sedikit hasil foto foto keseruan kami yang sempat kami abadikan
tadi. Jujur menurut saya, saya lebih suka acara sperti ini karena sangat
menyenangkan hehehe.
Sekian dan Terima Kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.


Komentar
Posting Komentar